Warga asing pun membatik

Umurnya sekitar 24 tahun, berdandan kebaya dan sanggul khas kota Solo, tangannya begitu terampil mencoret-coret motif di selembar kain, Selasa malam (28/12) di Pameran Batik Solo. Namanya Alexandra, warga  Belanda, yang sedang membatik.

Puluhan warga Solo yang hadir dalam acara tersebut kaget dan tak menyangka yang membatik itu adalah warga negara asing. Bahkan beberapa warga mencoba ngobrol dengan Alexandra yang belum lancar berbahasa Indonesia. Alexandra adalah mahasiswa dari Belanda yang sedang kuliah di sebuah perguruan seni di kota Solo.  Alexandra sudah setahun di Solo dan belajar membatik.

”Saya suka batik pas pertama datang ke Solo, banyak orang pake baju batik...motifnya menarik dan unik...saya belajar dari teman saya di kampus yang bikin batik...pas libur akhir pekan, saya datang ke tempat teman saya dan belajar membatik...saya tidak membayar, semua gratis...saya senang sekali ”, ungkap Alexandra.

Alexandra berharap sepulangnya dari studi di kota Solo, bisa mengajar batik di negaranya. Meski batik bukan budaya asli Belanda, Alexandra sangat menyukai batik. Bagi Alexandra, membatik butuh kesabaran, ketelatenan, dan ketelitian.

Sementara itu, puluhan warga yang menonton Alexandra membatik merasa malu karena tidak bisa membatik. **(Koresponden ESPIRA-Yudha Satriawan_Solo)