Hikmah dari bencana Merapi

Di setiap bencana pasti ada hikmah tertentu yang justru mendatangkan kebahagiaan. Termasuk bencana Gunung Merapi bulan November lalu. Meski erupsi salah satu gunung berapi teraktif di dunia ini sempat melumpuhkan beberapa kota di Yogyakarta dan Jawa Tengah, namun kandungan material yang keluar justru menjadi berkah tersendiri.

Seperti yang tampak di Dusun Gempol, desa Jumoyo- Srumbung Magelang. Muntahan material yang mayoritas berupa pasir dan kerikil serta batu-batuan tersebut menjadi penghasilan bagi beberapa warga.

Pasir yang terbawa dari puncak gunung Merapi lewat banjir lahar dingin memenuhi dusun Gempol. Beberapa warga memanfaatkannya untuk dijual kembali kepada para pengusaha bahan bangunan. Apalagi pasir Merapi  sejak dulu dikenal sebagai salah satu pasir terbaik di tanah air karena terdapat kandungan partikel besi.

Untuk satu truk engkel biasa, warga menjual sebesar Rp 800 ribu. Angka tersebut jauh dari harga normal sebelum terjadi erupsi Merapi yang mencapai Rp 1 juta –Rp 1,5 juta per truk. Turunnya harga pasir saat ini di Magelang dan Yogyakarta karena terjadi limpahan pasir serta material lainnya dari gunung Merapi.

Beberapa warga yang sempat kehilangan pekerjaan dan penghasilan semenjak erupsi Merapi, saat ini banyak menjadi yang menjadi tukang pengumpul pasir yang nantinya dijual ke pengusaha atau mereka yang membutuhkan.** (Stringer ESPIRA-Sulaiman Parhusip_Surabaya)